Optimalisasi Farmakovigilans: Perkuat Sistem Pengawasan Obat untuk Keamanan Masyarakat
Balai POM di Tanah Bumbu menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Farmakovigilans pada 31 Maret 2026 secara luring di kantor dan
daring. Kegiatan strategis ini diikuti oleh tenaga kefarmasian dari rumah sakit, puskesmas, serta klinik yang tersebar di wilayah pengawasan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.
Kegiatan di buka oleh Kepala BPOM Tanah Bumbu, Difa Ananda, "kami berharap kegiatan ini memberi manfaat besar bagi keselamatan pasien dan kesehatan masyarakat di Tanah Bumbu dan Kotabaru," ujar Difa.
Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi yaitu Penguatan Jejaring Lintas Sektor Farmakovigilans di Darah dan Sistem Farmakovigilans di Indonesia. Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan peran aktif tenaga medis dalam melaporkan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) serta Efek Samping Obat (ESO). Pelaporan yang dilakukan melalui sistem yang tersedia tersebut akan semakin memperkuat sistem pengawasan obat demi menjamin perlindungan kesehatan bagi
seluruh masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi intensitas koordinasi terkait farmakovigilans yang saat ini terus digalakkan. Melalui kolaborasi rutin antara tenaga kefarmasian di rumah sakit, puskesmas, dan klinik, kami merasa lebih terbantu dalam melakukan monitoring efek samping obat secara sistematis. Harapan kami, sinergi ini dapat terus terjaga sebagai upaya kolektif dalam meningkatkan standar keselamatan pasien di seluruh sarana pelayanan kefarmasian, " ujar salah satu peserta kegiatan.
#BalaiPOMdiTanahBumbu #Farmakovigilans #KeamananObat #KIE #TenagaKesehatan #TanahBumbu #Kotabaru #BPOMRI #PengawasanObat #KesehatanIndonesia