BPOM Tanah Bumbu Dukung Peran Apoteker dalam Penanganan Hipertensi di Workshop Nasional Kefarmasian 2025

05-10-2025 Umum Dilihat 87 kali

Kotabaru - Minggu (05/10/2025) Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga kefarmasian dan memperkuat peran Apoteker dalam pelayanan kesehatan masyarakat, PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kotabaru menyelenggarakan Workshop Nasional Kefarmasian 2025 di Ballroom Hotel Grand Surya.

 

Kegiatan yang mengusung tema “Strategi Penanganan Hipertensi yang Efektif: Peran Apoteker dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat” ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Ketua IAI PC Kotabaru Lisa Gunawan, Apoteker Praktisi Komunitas Primadi Avianto, serta CEO & Founder Farma Masterclass Rahmat Hidayat.

 

Lisa Gunawan menjelaskan bahwa hipertensi menjadi topik utama karena prevalensinya yang tinggi di Indonesia dan dampaknya terhadap peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti stroke, infark miokard, dan gagal ginjal kronik. Oleh sebab itu, peran Apoteker sangat penting dalam melakukan edukasi dan pendampingan pasien di tingkat komunitas.

 

Workshop ini diikuti oleh 133 peserta yang terdiri dari Apoteker, tenaga vokasi farmasi, perwakilan BPOM, serta pengurus IAI dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Melalui forum ini, peserta mendapatkan pembekalan terkait pendekatan farmakoterapi hipertensi, pengawasan penggunaan obat, serta pentingnya komunikasi efektif antara Apoteker dan pasien.

 

Kepala Loka POM di Kabupaten Tanah Bumbu, Difa Ananda yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ilmiah ini. “Kegiatan seperti ini sejalan dengan komitmen BPOM dalam memastikan penggunaan obat yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat. Apoteker memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi dan pengawasan penggunaan obat rasional di komunitas,” ujar Difa.

 

BPOM Tanah Bumbu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah, organisasi profesi, dan tenaga kesehatan dalam menurunkan angka kejadian hipertensi melalui pendekatan promotif dan preventif.

 

Melalui sinergi ini, diharapkan peran Apoteker tidak hanya sebatas penyedia layanan obat, tetapi juga sebagai agen perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup sehat dan pengendalian penyakit tidak menular seperti hipertensi.

 

Sarana