BPOM Tanah Bumbu Hadirkan Pengawasan Pangan Aman pada Acara BerAKSI Merah Putih di Angsana

15-11-2025 Umum Dilihat 111 kali

Tanah Bumbu - Jumat (14/11/2025), POM Tanah Bumbu kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan keamanan pangan masyarakat melalui pengawasan langsung di acara BerAKSI Sinergisitas Merah Putih Tanah Bumbu yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Karang Indah, Kecamatan Angsana. 

 

Dalam kegiatan ini, BPOM Tanah Bumbu menghadirkan layanan Mobil Laboratorium Keliling (MLK) untuk melakukan uji cepat keamanan pangan terhadap berbagai produk jajanan UMKM yang dijajakan selama acara. Sebanyak 33 sampel pangan diuji untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, hingga nitrit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel negatif bahan berbahaya, sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.

 

Selain pengawasan melalui pengujian cepat, BPOM Tanah Bumbu juga melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pelaku usaha dan masyarakat. Edukasi difokuskan pada pentingnya memilih produk pangan yang aman, bermutu, serta memiliki izin edar, sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan pemahaman dan penerapan keamanan pangan dalam usahanya.

 

Masyarakat yang hadir mendapatkan wawasan mengenai ciri-ciri produk ilegal, risiko penggunaan bahan berbahaya pada pangan, serta pentingnya menjadi konsumen yang cerdas. BPOM juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan mandiri terhadap peredaran Obat dan Makanan di lingkungannya.

 

Kehadiran BPOM Tanah Bumbu dalam kegiatan BerAKSI ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat secara langsung lebih cepat, responsif, dan bermanfaat. Pengawasan ini sekaligus memastikan jajanan yang beredar pada kegiatan besar yang melibatkan banyak pengunjung tetap aman dan layak dikonsumsi.Melalui acara BerAKSI ini, BPOM Tanah Bumbu terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan mandiri, terutama menghindari produk ilegal atau mengandung bahan berbahaya.

 

Sarana